Ruang Berkombur

Biar Negeri Belum Makmur, Yang Penting Bisa Berkombur...

Kamis, 04 Agustus 2011

Buanjir ,,,,,


Hujan Lagi, Banjir Lagi
WARTAKOTA (DUMAI) – Sudah tradisi, sejak dulu kalau hujan sedikit saja,  maka banjir pun menggenangi Dumai. Apalagi dengan munculnya ‘hutan kota’   dan makin langkanya daerah resapan air,  plus buruknya drainase, lalu diperparah lagi dengan reklamasi pantai sehingga permukaan Dumai  makin bagaikan kuali , maka lengkaplah sudah tetap kebanjiran.
Lalu bagaimana dengan Pemko Dumai? Tetap tiada pernah henti-hentinya  melaksanakan berbagai program guna mengatasi persoalan banjir.  Ya, namanya saja pembangunan yang proyeknya berkesinambungan. 
Jalan dibangun, paritnya yang rusak. Lalu paritnya dibangun, tali airnya lebih tinggi dari jalan. Maka jalan pun menjadi sungai kala hujan (seperti foto yang diabadikan rekan kita dari Halloriau, Kamis(4/8/2011). Tak heran, jika hujan sebentar maka sejumlah ruas jalan pun kebanjiran, dan menjadi kolam renang terpanjang di tengah kota. Inilah Dumai. Jadi nak kita apokan?

Rabu, 03 Agustus 2011

Pasar Ramadan Kuliner


Wau... Ini Baru Dumai Wak
KTL Jadi Pasar Ramadan Kuliner
Masih segar dalam ingatan, Dishub Kota Dumai akan mewujudkan keteraturan, kelancaran, dan keamanan bagi pengendara. Dengan anggaran Rp200 juta dari APBD 2011, kawasan tertib lalu lintas akan dijadikan kawasan percontohan yang di dalamnya dilaksanakan kegiatan pengaturan dan pengendalian lalu lintas.
Untuk merealisasikannya, Dishub bekerjasama dengan pihak terkait. Seperti kepolisian untuk pengaturan tata tertib berlalu lintas, dan Satpol PP untuk penertiban  pedagang dan berbagai upaya yang mengganggu ketertiban lalu lintas.
KTL di Jalan Jenderal Sudirman dengan panjang sekitar 800 meter ini mengacu pada Keputusan Walikota Dumai Nomor 198/HK-ORG/2005 tertanggal 6 Juni 2005 tentang Penetapan Ruas Jalan Proyek Percontohan Kawasan Tertib Lalu Lintas (PPKTL) Kota Dumai.
Tapi sekarang, dalam sekedip mato KTL ini telah berubah menjadi Pasar Ramadan Kuliner. Kalau sudah begini, jangan salahkan jika jalan raya yang seharusnya diperuntukan bagi pengguna lalu lintas akan berubah fungsi. Ng…ngaalah...