Tahun 2012, Pemko Akan Bangun
Sekolah Terpadu
WARTAKOTADUMAI – Pada tahun
2012 hingga lima tahun kedepan,
salah satu program Pemko Dumai melalui Dinas Pendidikan Kota Dumai, akan
membangun sekolah terpadu, yang mana semua jenjang pendidikan mulai dari
tingkat SD, SMP, SMU akan tergabung dalam satu area.
“Nantinya
akan dibangun berdekatan dengan kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Dumai,
Kelurahan Bukit Batrem, Dumai Timur, yang dikabarkan lahan tersebut masih dalam
keadaan tanah konsesi. Awal tahun depan juga sudah dilakukan penimbunan,
“ungkap Syaari, Kadisdik Kota Dumai bersama media dan anggota Komisi I DPRD
Dumai, Jhon Fikar saat diskusi, Sabtu (3/12).
Menurutnya,
meski dana yang diterima pusat melalui
APBN untuk pendidikan sebesar Rp48 Milyar, hal ini masih saja kurang karena
pembangunan gedung tersebut. Dan sudah ada pembicaraan dua minggu lalu, baik
ia, Walikota Dumai, Khairul Anwar dan seluruh anggota Komisi X MPR / DPR RI.
“Yang diperkirakan harus menambah sekitar Rp15
- 25 Milyar lagi. Namun dengan begitu, kan lebih efisian, untuk ruangan majelis
gurunya saja akan digabung dalam satu tempat dari semua guru, baik dari SD
maupun sampai SMU. Untuk jam istirahat juga, waktunya akan terbagi, sehingga
tidak mengganggu aktivitas belajar dan mengajar, “katanya.
Wuih,
wuih…
Apa
betul gitu rencananya? Gimana nantinya perkembangan sikap mental dan prilaku
anak-anak?
Dengan
dana yang ada, apakah tidak sebaiknya diberdayakan saja sekolah-sekolah yang
sudah ada sekarang, banyak yang peru dibenahi? Ingatkan kita bagaimana kabarnya
madrasah bertaraf internasional di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Dumai Barat?
Apalagi
pembangunannya di atas tanah konsensi pulak, secara tidak langsung menyuruh
kita semua ramai-ramai menguasai tanah yang bukan hak kita tu ya…
Tapi
sekarang ini ngapa gitu ya? Yang bukan
hak malah diperebutkan, yang hak malah dilalai-lalaikan. Ya, seperti dana
sertifikasi guru kita di Dumai, tahun 2010 lalu hanya dibayar 11 bulan. Dan
tahun 2011 ini, masih banyak bulan yang
belum dibayarkan, jika memang kita
peduli dengan para pendidik, hal- ini harus
jadi perhatian, bukannya ngejar paksakan proyek sekolah terpadu yang
sebenarnya tidak terlalu urgen… Ngah..


